Rekrutmen

Rekrutmen adalah proses mencari, menarik, dan menyeleksi kandidat untuk mengisi posisi dalam organisasi.

Di Indonesia, praktik rekrutmen biasanya mencakup:

  • Job fair (pameran lowongan kerja).
  • Pengumuman melalui media cetak atau kantor tenaga kerja.
  • Portal online: Jobstreet, LinkedIn, Glints, Kalibrr, dsb.
  • Website resmi perusahaan.
  • Social media recruitment (Instagram, TikTok, X).
  • Program magang, rekrutmen kampus (campus hiring)
  • Screening CV & aplikasi.
  • Tes tertulis, psikotes, assessment center.
  • Wawancara HR, user, hingga final interview.
  • Medical check-up & offering.

Talent Acquisition

Talent acquisition lebih strategis dibanding rekrutmen biasa. Fokusnya bukan hanya mengisi posisi kosong, tapi membangun strategi jangka panjang untuk mendapatkan talenta terbaik.

Cakupannya di Indonesia:

  • Employer Branding → Membangun citra positif perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik.
  • Talent Pooling → Menyimpan data kandidat potensial untuk kebutuhan di masa depan.
  • Head Hunting → Pencarian kandidat unggul (khusus untuk posisi strategis/eksekutif).
  • Talent Mapping → Analisis pasar tenaga kerja untuk mengetahui ketersediaan skill.
  • Diversity & Inclusion → Mendorong perekrutan berdasarkan kompetensi, bukan sekadar latar belakang.

Tren Rekrutmen & Talent Acquisition di Indonesia

  • Digital & AI Recruitment → Penggunaan ATS (Applicant Tracking System), AI untuk screening CV, bahkan chatbot untuk pre-interview.
  • Skill-based Hiring → Perusahaan mulai menilai kemampuan (skills) dibanding hanya ijazah.
  • Remote Work & Hybrid Hiring → Rekrutmen tak lagi terbatas lokasi, terutama sejak pandemi.
  • Gig Economy & Freelance Talent → Banyak perusahaan mencari pekerja fleksibel untuk proyek tertentu.
  • Employee Referral Program → Karyawan yang merekomendasikan kandidat mendapat insentif.

Tantangan di Indonesia

  • Kesenjangan skill antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan industri.
  • Banyaknya job mismatch (orang bekerja tidak sesuai bidangnya).
  • Persaingan talent di sektor digital & teknologi yang sangat ketat.
  • Tingginya angka turnover karena kandidat mudah pindah ke perusahaan lain.