Pendidikan dan Akademisi dalam Sumber Daya Manusia Indonesia

  • Membangun kompetensi dasar: literasi, numerasi, karakter, dan keterampilan hidup.
  • Membentuk tenaga kerja masa depan: dari pendidikan dasar hingga tinggi.
  • Link and Match: pendidikan vokasi, politeknik, SMK, universitas diarahkan sesuai kebutuhan industri.
  • Inovasi pembelajaran: digital learning, micro-credential, e-learning untuk meningkatkan akses dan kualitas.

Riset & Inovasi

  • Menyediakan kajian tentang tren tenaga kerja dan kebutuhan kompetensi.
  • Menghasilkan inovasi teknologi & metode pembelajaran.

Kebijakan & Advokasi

  • Memberikan masukan ke pemerintah dan industri melalui penelitian akademik.
  • Menjadi mitra dalam penyusunan kurikulum berbasis kompetensi.

Kolaborasi Industri – Kampus

  • Magang, program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).
  • Inkubator bisnis & startup berbasis kampus.
  • Pelatihan vokasional berbasis kebutuhan lapangan.

Dalam konteks Korporasi Publik SDM Indonesia dan portal www.sumberdayaindonesia.id:

  • Pendidikan → menghasilkan lulusan siap kerja.
  • Akademisi → menyediakan riset, data, serta tenaga ahli.
  • Portal SDM → jembatan antara lulusan/akademisi dengan industri & pemerintah.
  • Industri → menyerap tenaga kerja, memberi masukan kebutuhan skill.

✅ Lulusan lebih siap kerja (kurang gap skill).
✅ Pekerja punya kesempatan untuk upskilling & reskilling.
✅ Dunia usaha dapat akses tenaga kerja lebih relevan.
✅ Pemerintah terbantu dalam perumusan kebijakan SDM berbasis data & riset.

  • Program Kampus Merdeka → mahasiswa magang langsung di perusahaan.
  • SMK Pusat Keunggulan → sekolah vokasi yang terhubung dengan industri.
  • Universitas riset SDM → kajian tren pekerjaan masa depan (future of work, AI, green jobs).
  • Kolaborasi Perguruan Tinggi – Platform Digital SDM → tracer study, career center, job portal nasional.