Pelaku UMKM dalam konteks Sumber Daya Manusia Indonesia

UMKM = Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

📌 Data Kemenkop UKM: lebih dari 97% lapangan kerja di Indonesia berasal dari UMKM.

UMKM membutuhkan SDM dengan keterampilan praktis, fleksibel, dan biaya terjangkau.

Tantangan:

  • Keterbatasan akses SDM berkualitas.
  • Belum banyak pelatihan manajemen SDM untuk pemilik UMKM.
  • Sistem HR di UMKM masih manual (gaji, rekrutmen, absensi).

Peran UMKM dalam pengembangan SDM:

  • Tempat belajar & melatih tenaga kerja (inkubator lapangan kerja).
  • Membuka kesempatan kerja bagi fresh graduate, pekerja informal, dan masyarakat lokal.
  • Mendorong kemandirian SDM melalui wirausaha.

Keterkaitan dengan Korporasi Publik SDM (misalnya melalui www.sumberdayaindonesia.id):

  • Platform dapat membantu UMKM mengakses tenaga kerja siap pakai.
  • Menyediakan layanan HR digital murah (payroll, rekrutmen, kontrak).
  • Membuka akses ke pelatihan & sertifikasi SDM untuk UMKM.
  • Membuat database tenaga kerja lokal yang bisa langsung diserap UMKM.
  • UMKM Digital: Toko online butuh admin, content creator, marketing → bisa disediakan melalui platform SDM Indonesia.
  • UMKM Kuliner: butuh koki, kasir, kurir → tenaga kerja lokal bisa direkrut lewat portal.
  • UMKM Jasa (laundry, bengkel, salon): bisa dibantu dengan pelatihan keterampilan + sistem manajemen SDM sederhana.

✅ Bagi UMKM:

  • Akses tenaga kerja terampil & terjangkau.
  • HR system digital lebih sederhana.
  • Produktivitas meningkat.

✅ Bagi SDM Nasional:

  • Lapangan kerja baru terbuka luas.
  • Peningkatan keterampilan praktis di level grassroot.
  • Ekonomi rakyat tumbuh, ketahanan sosial lebih kuat.